BP dan Timnas

Pecinta sepakbola Indonesia tentu masih ingat sebuah peristiwa besar yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu dalam jagad si kulit bundar nasional. Ya, Indonesia yang peringkat tim nasionalnya berada di seratus sekian didatangi oleh sebuah tim semifinalis piala dunia yang baru saja berlalu beberapa  bulan yang lampau. 

Merekalah Uruguay. Sebuah negara yang tim sepakbolanya cukup akrab dengan negara ini. Sebelum kedatangan mereka kemarin, timnas negara ini sebelumnya pernah datang lebih dari sekali ke negeri ini. Sementara itu, saat ini, masih berlangsung proses kerjasama pembinaan pemain – pemain remaja Indonesia di Uruguay sana. SAD Indonesia, sebuah tim yang terdiri dari anak – anak remaja Indonesia berusia di bawah 16 tahun yang ikut berkompetisi dalam liga anak – anak seusia mereka.

Di awal pertandingan Indonesia menunjukkan perlawan yang cukup meyakinkan. Sekonyong – konyong dalam hati dan pikiran timbul pujian bagi Riedl si pelatih tim nasional Indonesia saat ini. Terlebih saat Boaz dengan cantiknya setelah menerima umpan berkelas dari Bambang Pamungkas, mencetak goal ke gawang Uruguay. Mengagumkan.

Perlahan keadaan berubah, Indonesia tertekan dan pada akhir pertandingan total tujuh goal bersarang di gawang tim kesayangan masyarakat pecinta sepakbola tanah air ini. Memalukan? Entahlah, setiap orang punya pendapatnya sendiri.

Yang menjadi pemikiran saya selama beberapa tahun mengikuti timnas Indonesia adalah, mengapa Bambang Pamungkas aka Bepe hampir selalu menjadi pilihan pertama dalam starting eleven striker? Padahal menurut saya pribadi masih ada striker lain yang lebih mumpuni dibanding dia di negeri ini. Apa yang dibanggakan dari dia? vertical jump-nya yang katanya paling tinggi diantara pemain lain? setinggi – tingginya si BP melompat kalau lawan yang 10cm lebih tinggi dari dia melompat, 90 persen kalahlah tinggi lompatan si BP. Dia malas bergerak, tidak handal mendrible dan berlari dengan bola, sytuing tidak terlalu keras, dll. Saya penasaran, apa sih yang dilihat pelatih hingga memilih dia?

Awalnya saya berpikir mengapa BP selalu menjadi pilihan utama pelatih timnas adalah karena ada kedekatan antara pelatih dengan yang dilatih. Tapi alasan itu menjadi mentah karena nyatanya setelah timnas dilatih oleh pelatih asing, BP-pun tetap menjadi pilihan utama (setidaknya sampai pertandingan kemarin malam).

Suatu kesempatan siang tadi saya mendapat alamat website pribadi BP dan saya tertarik untuk menyambangi link itu. Setelah membaca website tersebut, kejengkelan saya terhadap mengapa dia hampir selalu menjadi pilihan penyerang di tim nasional tidak berkurang. Tapi rasa kagum saya kepada dia sebagai seorang pesepakbola bisa di bilang bertambah, apa alasannya? simak sendiri website BP.

 

 

Trend

Berdasarkan apa yang saya lihat sepanjang hidup saya, ada waktu – waktu tertentu dimana sebuah trend menjangkiti masyarakat Indonesia. Baik di kalangan anak kecil, anak remaja, kawula muda, para ibu, dan para bapak. Beberapa trend yang dapat saya ingat adalah trend tamiya, trend sepatu roda, trend game watch, trend in line skate, trend skate board, trend basket, trend gelang persaudaraan, bermacam trend pakaian, trend bonding, trend F4, trend FB dan situs jejaring sosial lainnya, trend sepeda, hingga trend kata tertentu seperti “boooo” “neeee” “pliss dehh” “sumpeh lo?!”. Percayalah, itu masih sedikit sekali contoh yang dapat saya ingat. Saya yakin anda dapat menambahkannya lebih banyak.

Dalam suatu waktu trend bisa membuat seseorang terlihat sangat wah, namun di waktu lain trend dapat membuat seseorang sangat tidak wah. Contohnya coba bayangkan jika di saat trend mohawk melanda, eh ada seseorang yang di sebuah tempat gaul muncul dengan model rambut gondes. Ya, buat sebagian orang tampil beda memang terlihat cool tapi buat sebagian besar yang lain mungkin tidak.

Kenapa saya membuat tulisan tentang ini?

kebetulan dalam beberapa hari ini saya cukup sering berada di sebuah kawasan yang identik sebagai salah satu gaul spot anak Jakarta. Tentu mau tidak mau saya banyak melihat anak – anak gaul Jakarta berkeliaran tanpa mengenal waktu.

Sampai suatu ketika saya melihat segerombolan anak remaja yang terdiri dari laki – laki dan perempuan di suatu tempat. Hmm, saya rasa gaya berpakaian; gaya berbicara, dan gaya – gaya lainnya mereka sudah sangat trendy sekali karena apa – apa yang mereka kenakan, perbuat, katakan, dan gunakan kurang lebih sama seperti kebanyakan anak – anak seusia mereka (atau lebih tua sedikit) kenakan, perbuat, katakan, dan atau gunakan.

Entah mengapa saya teringat diri saya disaat seusia mereka. Ketika masih menjadi bocah seusia mereka saya menghabiskan waktu dengan bermain tanah, berlari ke sana dan sini, bermain di tanah lapang ditemani matahari dan debu. Zaman sudah berubah? ya pastilah.

Silahkan saja mereka mengikuti trend yang ada selama itu membuat mereka (merasa) lebih baik. Sayangnya saya melihat tidak semua trend itu jika diikuti akan membuat seseorang menjadi lebih baik. Entah kenapa saya merasa kasihan kepada mereka ini, yang entah karena apa mengikuti trend padahal hal itu membuat mereka terlihat lucu. Aneh.

Mungkin mereka merasa begitu keren, cantik, dan gaul abis. But please….berkacalah.

Mudah – mudahan di masa depan mereka tidak tertawa jijik jika melihat citra diri mereka saat ini. IMHO

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.